Mediklan Share the Fun With the World is your best source of fun.

Personalise

Language detected from Browser is: English and it's selected for you.

Section Heading

 

Lupa Rumah

Selama beberapa tahun terakhir ini Pak Iwan membiarkan wajahnya ditumbuhi janggut, kumis dan cambang yang lebat. Pada suatu hari, semua itu dicukurnya habis.

Sepulangnya dari tukang pangkas, dia melihat putranya sedang bermain di depan rumah. Dia ingin tahu, apakah putranya masih mengenalnya dalam keadaan klimis seperti itu. Karena itu, dia bertanya pada putranya, dimana rumah Pak Iwan.

Dengan ketakutan, anaknya berlari masuk ke dalam rumah, “Bu .. Bapak telah mencukur brewoknya, dan kini jadi lupa dimana rumah kita!”

 

Ceita lucu Minum Racun Serangga

Ceita lucu Minum Racun Serangga
Bejo yang beberapa jam lalu pergi ke ladang bersama Roto adiknya, tiba-tiba pulang ke rumah sambil berteriak. “Ibu..Roto menelan kecoa..! Roto menelan kecoa Bu..!!”

“Astaga! Cepat panggil ayahmu, supaya memanggil dokter,” kata ibunya ketakutan. Tapi dengan santainya Bejo menjawab. “Ah tidak usah Bu, saya sudah memberinya racun serangga!!”

 

Kunjungan ke Rumah Sakit Jiwa

Dalam suatu kunjungan kerja ke sebuah RSJ, Menteri Kesehatan menyempatkan diri berbincang-bincang dengan salah seorang pasien pada RSJ tsb.

Menteri : “Gimana rasanya tinggal disini pak?”

Pasien : “Wah, gimana ya… kaya’nya susah untuk dijelaskan deh pak, mending bapak coba aja sendiri.”

Menteri : “Gak bisa dong, masak saya disuruh tinggal disini, saya kan seorang menteri!”

Pasien : “Gak masalah kok pak, saya dulunya juga ngaku-ngaku seorang presiden.”

 

Perbincangan Ular Cilik

Dua ekor ular cilik sedang mengobrol di atas pohon.

“Eh, kamu tau gak, kita ini sebenarnya ular yang berbisa atau ular yang tidak berbisa yang langsung menelan makanan seutuhnya setelah membelitnya sampai remuk?” tanya ular pertama.

“Lho, emangnya kenapa?” jawab ular yang lain.

“Barusan aku gak sengaja menggigit bibirku sendiri!”

 

Wartawan Gegabah dan Salah Kaprah

Suatu hari, terjadi tabrakan maut tepat di tikungan jalan. Banyak orang berkerumun di tempat kejadian. Seorang wartawan ingin meliput tentang apa yang terjadi. Namun, ia kesulitan untuk menerobos kerumunan itu.

Wartawan tersebut lantas punya ide unik. Dengan suara lantang ia berteriak, “Woooyyy, minggir minggir, saya adalah saudara laki-laki korban.”

Semua orang yang berkerumun menoleh dan memberi jalan kepadanya. Setelah sampai di tengah-tengah, ternyata korban tabrakan maut dan menjadi tontonan adalah seekor anjing.

Wartawan tersebut malu bukan main. Semua mata tampak heran dan tertuju padanya.

 

Curhatan Ayam dan Sapi

Seekor sapi sedang bercengkerama dengan seekor ayam di sore yang santai.

“Aku paling benci dengan manusia”

“Memangnya ada apa, Yam?”

“Bayangin, Pi, baru nongkrong bentar di teras rumah manusia udanh langsung mengusir. Mengusirnya kasar pula, bahkan sering pakai batu. Apakah mereka itu tak ingat bahwa tiap hari makan telur dan daging ayam,” terang ayam dengan kesal.

“Emang kamu doang yang benci?”

“Loh, ternyata kamu juga, Pi?”

Sapi dengan perasaan sedih menjelaskan, “Coba bayangkan, hampir tiap hari aku dielus-elus, dipencet, dan diremas tapi manusia gak pernah memberikan kasih sayang yang setimpal dengan apa yang kuberikan. Sakit batinku. Emang sini jablay!”

 

Ayah yang Beruntung

Udin yang baru saja mendapatkan rapot dari sekolah langsung berlari menemui ayahnya yang sedang duduk di teras bersama sang ibu.

Udin: “Hai, Yah, tahukah kalau Ayah adalah seorang ayah yang beruntung?”

Ayah : “Koq bisa, Nak?”

Udin: “Ayah tidak perlu membelikan buku baru buatku tahun ini. Aku tidak naik kelas.”

Ayah: *^%$#[email protected]#^&*()

 

Kisah Dua Bocah di Rumah Sakit

Bocah 1: “Kenapa kamu di sini?”

Bocah 2: “Aku ke sini untuk operasi amandel.”

Bocah 1: “Jangan takut, waktu aku umur empat tahun juga pernah dioperasi. Kamu hanya perlu tidur dan bangun-bangun dokter akan memberimu es krim. Itu sebenarnya cukup menyenangkan.”

Bocah 2: “Hah… syukurlah. Kalau kamu ngapain ke sini?”

Bocah 1: “Aku mau sunat.”

Bocah 2: “Wah, semoga beruntung, kawan! Aku dulu langsung disunat saat baru lahir dan setelah itu aku tak bisa berjalan selama satu tahun.”
Close